
Desa Maman merupakan salah satu desa di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, yang berdiri dari hasil pemekaran wilayah Desa Batu Bulan. Pemekaran tersebut dilakukan pada tahun 2004 sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Setelah melalui proses administrasi dan persiapan, Desa Maman resmi menjadi desa definitif pada tahun 2007.
Nama Maman sendiri diambil dari sebuah pohon yang dikenal dengan sebutan kayau maman, yang dulunya tumbuh subur dan banyak dijumpai di wilayah ini. Pohon tersebut menjadi penanda sekaligus identitas lokal yang akhirnya diabadikan sebagai nama desa.
Pada awal berdirinya, Desa Maman masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi infrastruktur, sarana pendidikan, maupun pelayanan masyarakat. Namun berkat semangat gotong royong dan kebersamaan warga, desa ini mampu berkembang secara bertahap.
Kini, Desa Maman telah berkembang menjadi desa yang mandiri dengan berbagai program pembangunan yang terus digalakkan, meliputi bidang pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Kehadiran Bendungan Batu Bulan yang terletak di sekitar wilayah desa juga memberi peran penting dalam mendukung sistem irigasi pertanian dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Dengan sejarah berdirinya yang berakar pada kebersamaan dan perjuangan, Desa Maman terus berupaya mewujudkan cita-cita sebagai desa yang religius, maju, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para pendahulu.